Tuesday, January 4, 2011

Islamic Basic Study 2010

Alhamdulillah, salah satu agenda pengkaderan LDF M2F sudah selesai. Terima kasih banyak buat para panitia ( baca: para pejuang peradaban ) yang telah bersusah payah membanting tulang, siang malam ( lebay kali ya...) hingga bisa menyukseskan acara ini walaupun hanya diberikan waktu sekitar 2 pekan. Kali ini kami cuma ingin menampilkan hasil kerja keras teman-teman panitia IBS LDF M2F. Tapi, sebelum kami tampilkan cuplikan-cuplikannya ( movie kaleee... ), kami bakal jelasin sedikit mengenai apa itu IBS. Cekidot...

IBS ( Islamic Basic Study ) merupakan salah satu agenda rekruitmen M2F dan merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa kedokteran muslim Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk bisa bergabung dalam keluarga besar M2F. Pada acara pelatihan ini peserta diberikan pemahaman keislaman.

Pagi-pagi sekali sebelum acara dimulai, peserta diminta untuk registrasi. Setelah registrasi selesai, acara dibuka oleh Ketua Umum M2F. Materi pertama di hari pertama ini adalah training motivasi "Zero To Hero" yang dibawakan oleh dr.Naharuddin yag membuat para peserta terpesona dengan tatapan sejuta makna. Setelah sholat sunah dhuha, giliran Ustadz Umar Qosim ( satu-satunya ustadz yang tampil dengan tampang mirip orang Sudan apalagi ditambah dengan aksesoris pakaian gamisnya ) membawakan materi Urgensi Tarbiyah. Ba'da dzuhur, penyampaian materi dilanjutkan dengan materi Ukhuwah Islamiyah oleh Ustadz Fathullah. Nah, dipenghujung hari pertama IBS ini ada materi Wawasan Ke-M2F-an yang memaparkan M2F secara Lugas, tegas, dan terpercaya ( berita kali...). Walaupun judul materinya terkesan agak sedikit "killer", tapi ternyata penyampaiannya kocak abis, terutama koord. Kebijakan Publik yang banyol 'n ngawur banget. Di hari kedua, materinya terkesan lebih serius lagi. Mulai dari materi Kristenisasi oleh Ust. Saftani dari Arimatea; Amal Jama'i oleh Kak Zainal Abidin, S.Ked; dan Pelatihan Sirkumsisi ( Latihan cara nyunat orang ) oleh dr. Tihar. Sebenarnya ada satu materi lagi tentang Ma'rifaturrasul ( mengenal sosok Rasulullah saw ) oleh Ust. Abd. Rauf. Tapi, karena peserta terlambat datang karena hujan lebat sejak sekitar jam 6 pagi dan Ustadz ada acara jam setengah 9, materi ini nggak jadi disampein.

However, ana rasa para panitia pasti sudah berusaha sekuat tenaga dan untuk itu two Thumbs Up ( or Four thumbs Up dech, sekalian dg jari kaki ) buat para panitia dan peserta yang sudah mau berpartisipasi dalam acara ini. Walaupun ada kekurangan, kita seharusnya memakluminya sebagai seorang manusia yang tidak akan pernah sempurna sebagaimana layaknya Rabb sekalian alam dan sebagai sebuah pelajaran untuk terus melakukan ishlah ( baca:Perbaikan ) di acara-acara selanjutnya.


Atas nama seluruh Pengurus Harian Medical Muslim Family, Khusunya Departemen Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menyampaikan ucapan terima kasih setulus-tulusnya kepada seluruh panitia dan para peserta yang sudah berpartisipasi. Mudah-mudahan segala amalan kita mendapat balasan yang terbaik dan ridho Allah swt.


Luruskan Niat, Sucikan Hati, Pererat Ukhuwah...


Ikhwan & Akhwat...( Dokumentasi Lengkap bisa diminta sama panitia )


































Selengkapnya...

Saturday, December 25, 2010

Aku dan Hijrah

Teman-teman, ternyata ada karya bagus nih dari seorang ikhwan M2F Malaysia ( Akh Arisman Wenge ). Silakan dibaca dan ditunggu komentarnya.

Tajuk : Aku dan Hijrah


Aku terlindung dalam busana prasangka
yang dahulunya kaya rimbunan permata
aku tersadai di tepi dusta nista
suatu ketika ianya pernah berbaur cinta
pernah aku menuding jari pada nama bergelar harta
sering aku mengenggam maruah yang kaya himpunan rasuah
bahkan gahnya aku egoisnya aku di kandang fana
sehingga aku tidak mengenal siapa aku sebenarnya
bukan aku berbicara jika tiada pangkalnya
bukan aku sengaja berkata jika tiada maksudnya
tapi aku menyulam bahasa kerana ku tahu ada manfaatnya

Dini ini aku mengerti
jangan pernah ditiup prasangka membara
jangan fitnah itu ditatang diluncurkan
bukan maruah mahu digadaikan
bukan harta diganti galang
bukan dunia Mu aku jadikan bidak umpanan
sari amalan ku memapah sikap ku

Kini aku hijrah
saat ini aku berpindah
detik ini aku berubah
dari hitam semalam aku gariskan sesalan
dari putih kelmarin aku lukiskan teladan
aku mula merimbun kemesraan
bermangkin hati menjana matang kemuliaan
menyubur minda islami memupuk sikap ukhwahwi
gigih mencantas akar kemalasan
menganjak paradigma menukang perubahan
menyisihkan yang lapuk mengukuhkan ketabahan
Berjihad aku menyiram kalbu yang gersang

Aku tidak lagi keseorangan
aku ditemankan bidang ilmuwan
bersama berpegang masa depan memagar watan
lestarikan ukhwah bertangkalkan keimanan
hijrah ku mula membuahkan warna
hijrah ku sudah berputik daunnya
tinggal aku menanti hijrah ku membentuk satu pokok yang sergam pacaknya
biar tidak akan pernah kehausan
mana mungkin tumbang gara tentangan
hingga akarnya terbenam utuh
biarkan pucuknya memanjat puncaknya
itulah hijrah yang aku genggam




Nukilan: Arisman Wenge, Batch 2008, Malaysia.
Selengkapnya...

Wednesday, December 22, 2010

Ebook JIJC

Penulis : Muhammad Maula Nurudin Al-haq
Terbit : ( Masih dalam proses )
Bahasa : Indonesia
Sinopsis : Pada 2 artikel sebelumnya, berisi sindiran buat para ikhwan dan akhwat. Artikel yang benar-benar nusuk banget dech pokoknya ( terutama buat admin nich). Banyak banget yang berebut mengakui artikel ini bahwa dialah penulisnya...

Nggak percaya? Coba saja search dengan keyword ‘jadi ikhwan jangan cengeng’ pasti banyak buanget hasil pencariannya..

Nah, biar nggak berantem rebutin hak cipta n biar lengkap pemahaman kita, admin kali ini postingin Link asli ebook-nya ( soalnya belum ada buku aslinya penulis ).

Bicara soal penulis, ini sedikit informasi mengenai beliau yang ana dapat dari halaman terakhir ebooknya. Berikut kisahnya...

Nama lengkapnya Muhammad Maula Nurudin Al-haq, lahir di Jakarta pada tanggal 14 Juli 1989. Hobinya berfikir, menulis, orat-oret, berbisnis, menyendiri, dan mengamati ciptaan-Nya. Ayahnya berasal dari Riau, ibunya berasal dari Magelang, sehingga di dalam dirinya ada dua unsur kepribadian: keras (Sumatera) dan lembut (Jawa tengah).

Sudah 4 kali Maula mengirimkan naskah tulisannya ke penerbit, 2 penerbit menolak dan 2 lagi belum mengabari. Menerbitkan sebuah buku adalah cita-cita Maula semenjak kelas 2 SMP. Hingga hari ini Allah belum mengizinkan-Nya. Namun, sampai saat ini ia masih tetap memperjuangkan impiannya, karena ia tetap percaya akan keberhasilan mimpinya, batas akhir bagi Maula adalah saat sudah tidak bernafas lagi.






Download
Selengkapnya...

Akhwat Cengeng

Kalau di postingan sebelumnya, ikhwan mendapat sindiran habis-habisan. Sekarang giliran akhwat yang dapat wejangan dari KPSDM M2F. Pokoknya, kita semua harus memperbaiki diri dech. Agar LDF kita diridhoi Allah dan semakin banyak mendatangkan manfaat.

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..
Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu Musyrifah atau binaan?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama Musyrifah atau binaan?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh… amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
“Assalammu’alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?”
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan…
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur’an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung…
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung…bingung…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…
Wah… wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Nggak punya duit Halaqah males datang..
Nggak ada motor yaa…misi halaqah dibuang…
Musyrifah ikhlas, hati malah senang…
Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???

Oh noo…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Ukhti… banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun harokahnya.. .

Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…

Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…

Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin Allahumma aamiin...


 

Sumber : http://wiedeva.wordpress.com/2010/05/02/jadi-akhwat-jangan-cengeng/

By KPSDM M2F
Selengkapnya...

Tuesday, December 21, 2010

Ikhwan Cengeng

Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Dikasih amanah pura-pura batuk...

Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk...

Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk...

Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut...

Afwan ane ngurus ini ngurus itu jadinya suntuk...

Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah...

Rencana awal cuma kirim Tausyiah...

Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah...

Terselip mikir rencana walimah?

Tapi nggak berani karena terlalu wah!

Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!


Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Abis nonton film palestina semangat membara...

Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana...

Semangat jadi penontonnya luar biasa...

Tapi nggak siap jadi pemainnya...
Yang diartikan sama dengan hidup sengsara...

Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja...



Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Ngumpet-ngumpet buat pacaran...

Ketemuan di mall yang banyak taman...

Emang sih nggak pegangan tangan...

Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan...

Oh romantisnya, dunia pun heran...

Kalo ketemu Murabbi atau binaan...

Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan ?

Oh malunya sama Murabbi atau binaan ?

Sama Allah? Nggak kepikiran...

Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn...



Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Disuruh infaq cengar-cengir...

Buat beli tabloid bola nggak pake mikir...

Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir...

Suruh tenang dan berdzikir...

Malah tangan yang ketar-ketir...

Leher saudaranya mau dipelintir !



Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah...

Malah nyari Aminah...

Aminah dapet, terus Walimah...

Dakwah pun hilang di hutan antah berantah...

Dakwah yang dulu kemanakah ?

Dakwah kawin lari...
Lari sama Aminah..

Duh duh… Amanah Aminah..

Dakwah... dakwah...

Kalah sama Aminah...



Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Buka facebook liatin foto akhwat...

Dicari yang mengkilat...

Kalo udah dapet ya tinggal sikat...

Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat...

“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah... udah kuliah ? Suka coklat ?”

Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ...

Akhwatnya terpikat...

Mau juga ditraktir secara cepat...

Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…

Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat...

Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat...

Zina pun menjadi hal yang nikmat...

Udah pasti dapet laknat...

Duh.. maksiat.. maksiat…



Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Ilmu nggak seberapa hebat...

Udah ngata-ngatain Ustadz...

Baca qur’an aja masih perlu banyak ralat...

Tapi, kok udah berani nuduh ustadz...




Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Status facebook tiap menit ganti...

Isinya tentang isi hati...

Buka-bukaan ngincer si wati...

Nunjukkin diri kalau lagi patah hati...

Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri...

Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati...

Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?



Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan...

Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan...

Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian...

Kepala cenat-cenut kebingungan...

Oh kasihan.. Mendingan cacingan...



Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman...

Makin bingung nyari teladan...

Teladannya bukan lagi idaman...

Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan...

Mau jadi putih nggak kuat nahan...





Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Diajakain dauroh alasannya segudang...

Semangat cuma pas diajak ke warung padang...

Atau maen game bola sampe begadang...

Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang...

Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang...

Duh.. berdendang...



Jadi Ikhwan jangan cengeng..

Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..

Tapi jarang banget yang namanya tilawah..

Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..

Hidup sekarang jadinya agak mewah..

Hidup mewah emang sah..

Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?



Jadi Ikhwan jangan cengeng..

Dulunya di dakwah banyak amanah..

Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..

Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..

Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..

Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..

Anak baru dipandang dengan mata sebelah..

Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..

Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..

Lanjutin perjuangan saya yah…



Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..

Nggak ada motor yaa mentoring boro-boro..

Pementor ikhlas dibikin melongo..

Oh noo…



Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…



Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..

Dimanapun pergerakannya.. .



Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..

Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..



Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…



Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…



Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..

Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?

Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..

Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..



“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin Allahumma aamiin

Tulisan ini ditujukan untuk siapapun yang merasa termasuk diriku.

Sumber : JIJC Karya M. Maula Nurudin Al-Haq

By KPSDM
Selengkapnya...

Friday, December 17, 2010

Takahashi, 5 menit menuju surga

Muhammad Yusuf Efendi


– Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)

Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.

Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.

Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.

“Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga Muhammad.

Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.

Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik. Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.

Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.

“Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.

Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.

Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”

“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.

“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.

“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.

“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.

“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.

“Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.

“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.

Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.

Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.

Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda?



http://www.dakwatuna.com/2010/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga/
Selengkapnya...

Lelaki Air Mata

Ia hadir hampir dalam setiap denyut nadi gerakan dan aktivitas mahasiswa. Penampilannya sederhana. Sikapnya santun. Mudah tersenyum. Suka menyapa, perhatian, dan ringan tangan.

Saya baru mengenalnya ketika mengikuti sebuah acara seminar. Ia tampil sebagai pemateri. Air mukanya yang jernih dan tenang telah mampu menarik perhatian setiap pendengar. Untaian kata-katanya yang lembut, jelas, dan tepat semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang. Kata-katanya penuh ilmu dan hikmah. Bahkan candanya sekalipun tak kosong dari ilmu dan hikmah. Sehingga kesempatan bisa duduk dan ngobrol dengannya menjadi kesenangan tersendiri bagi saya.

Sangat gemar membaca, tak jarang setelah seharian kuliah ia sering ditemukan asyik menikmati buku-buku di Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK). Full aktivitas, kegiatannya hampir tak terputus dan tanpa henti. Kendati demikian ia tidak pernah kehilangan kesempatan shalat berjamaah di mesjid, takbir pertama bersama imam.


Walau sibuk, ia tak lupa menyempatkan diri bermesraan dengan mushâf saku yang selalu ia bawa. Ia selalu tampak kuat, bersemangat dan bisa menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik. Kebaikan yang ada pada dirinya mendorong saya untuk ingin lebih dekat mengenalnya. Saya ingin mengetahui apa yang menjadi rahasia kekuatan semangat, ketenangan, dan kejernihan hati dan pikirannya.

Menurut salah seorang teman yang tinggal serumah dengannya, bahwa ia sering kedapatan menangis. Ya, ia sering ditemukan terisak menangis. Ketika ditanya kenapa ia menangis, ia berkata, "Akhi, kita hidup di dunia hanya sebentar, kematian datang kapan saja, setiap amal kita akan dihisab dan saya tidak tahu apakah kelak di akhirat saya akan tergolong menjadi ahli sorga ataukah neraka."

Suatu kali ketika shalat subuh berjamaah, saya berdiri di sampingnya. Dan saat itu imam membaca ayat, "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Maka dia akan berteriak, "Celakalah aku". Dan dia akan masuk kedalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya." (Al-Insyiqâq: 10-15 ).

Saya mendengar ia menangis sejadi-jadinya, saya seakan-akan mendengarkan air mendidih dari rongga dadanya.

Seusai shalat, saya melihat tangisan itu masih membekas di wajahnya. Hatinya begitu lembut, begitu mudah tersentuh dengan Al-Qur`ân.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh pendahulu kita, para al-Salafus Sâlih. Menurut suatu riwayat, jika mengerjakan shalat subuh, Umar r.a. sering membaca surat Al-Kahfi, Thaha dan surat-surat lain yang sama panjangnya dengan surat itu. Pada saat itulah Umar r.a sering menangis sehingga tangisannya terdengar ke barisan belakang. Pada suatu ketika dalam shalat subuh , Umar r.a membaca surat Yusuf, ketika sampai pada ayat, "Sesungguhnya hanya pada Allah saya mengadukan kesusahan dan kesedihanku. " ( Yusuf : 86 )

Umar r.a menangis terisak-isak sehingga suaranya tidak lagi terdengar ke belakang. Terkadang dalam shalat tahajudnya Umar Ra. membaca ayat-ayat Al-Qur`ân sambil menangis sehingga ia terjatuh dan sakit. Inilah perasaan takut pada Allah seorang yang apabila disebut namanya saja, akan menggetarkan dan membuat takut hati raja-raja besar.

Rasulullah Saw. bersabda, "Akar dari kebijaksanaan adalah takut kepada Allah."

Suatu hari Rasulullah Saw. melewati seorang sahabat yang sedang membaca Al-Qur`ân, ketika sahabat tadi sampai pada ayat, "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah seperti kulit yang merah." (Ar-Rahman: 37), maka bulu pembaca tadi berdiri tegak dan dia menangis terisak-isak dan berkata, "Aduh, apakah yang akan terjadi pada diriku apabila langit terbelah pada hari kiamat? Sungguh malang nasibku." Nabi berkata padanya, "Tangisanmu membuat para malaikat ikut menangis bersamamu."
Abdullah bin Rawahah salah seorang sahabat Rasulullah Saw., pada suatu hari menangis dengan sedihnya, melihat keadaan itu istrinya pun turut menangis bersamanya. Dia bertanya pada istrinya, "Kenapa engkau menangis?" istrinya menjawab, "Apa yang menyebabkan engkau menangis, itulah yang menyebabkan saya menangis." Abdullah berkata, "Ketika saya ingat bahwa saya harus menyeberangi neraka melalui shirat, saya tidak tahu apakah saya akan selamat atau tidak."

Rasulullah Saw. bersabda : "Wajah yang dibasahi air mata karena takut pada Allah walaupun sedikit akan diselamatkan dari api neraka." Beliau juga bersabda, "Jika seseorang menangis karena takut pada Allah maka dia tidak akan masuk neraka, seperti tidak mungkinnya air susu masuk kembali ke putingnya."

Aisyah bertanya kepada Rasulullah Saw., "Adakah diantara pengikut-pengikutmu yang akan masuk surga tanpa hisab?", "Ia" jawab Nabi. "Dia adalah orang yang banyak menangis karena menyesali dosa-dosa yang telah ia lakukan."

Dalam kesempatan lain Rasulullah Saw. bersabda, "Ada dua jenis tetesan yang sangat disukai oleh Allah, tetesan air mata karena takut pada-Nya dan tetesan darah karena perjuangan di jalan-Nya."

Sungguh masih banyak lagi riwayat yang menjelaskan penting dan bermanfaatnya menangis karena takut pada Allah Swt. sambil menyesali dosa-dosa dan mengingat kebesaran Allah. Dan kisah-kisah diatas adalah suatu teladan bagi kita.
Ternyata air mata tidak selamanya menjadi simbol kelemahan, di dalamnya justru terdapat kekuatan, ada daya rubah yang luar biasa. Dengannya banyak pekerjaan besar bisa diselesaikan secara optimal. Terutama saat-saat bersama Al-Qur`ân, disaat sendiri mengingat dosa dan kesalahan.

Marilah kita melihat diri kita yang bergelimang dengan noda dan dosa, diri yang tidak pernah merasa takut dengan siksa Allah. Mata yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah menangis karena takut pada Allah. Dan mari kita hitung, sampai detik ini, sudah berapa kali air mata kita menetes karena takut pada Allah? Karena mengingat dosa-dosa dan kesalahan kita dan karena mengingat siksa-Nya.
Wallâhul musta`ân wa a`lam



Dimuat di : http://www.warnaislam.com/kajian/quran/2009/4/6/720/Kekuatan_Air_Mata.html
Selengkapnya...